Thursday, 29 May 2014

Cara Menjadi Siswa Populer di Sekolah

Seperti apakah siswa populer itu? Apakah yang dikenal oleh seluruh orang di sekolah? Pasti. Apakah siswa populer pasti siswa yang pandai? Belum tentu. Lalu apa kelebihan mereka, sehingga banyak siswa yang menginginkan popularitas? Hal inilah yang perlu kita ketahui.

Menjadi siswa populer atau terkenal, tidak sebatas pada bergaya keren atau bagaimana menunjukkan penampilan. Ini lebih pada gaya hidup keseluruhan. Mulai dari tata cara bersikap yang benar, membangun kepribadian yang penuh percaya diri, keterlibatan dalam berbagai kegiatan sekolah, prestasi yang menonjol, hingga membuat orang lain menyukai apa saja yang kamu lakukan. Itulah sudut pandang positif dari siswa populer. Sebab, ada juga siswa yang populer karena hal negatif, misalnya siswa yang bandel atau suka berbuat onar, suka berkelahi, mencontek saat ulangan, mengganggu teman yang lain, dan banyak hal lain bisa membuat siswa menjadi populer. Namun, tentunya di sini kita akan membahas popularitas siswa dari segi positif. Sebab akan sangat mudah menjadi populer dalam hal-hal negatif, tanpa harus mempelajarinya, bukan?

Mengapa siswa menginginkan popularitas? Dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini, akan dapat diketahui apa yang harus kita lakukan untuk menjadi siswa populer. Yang pertama, pada umumnya siswa ingin menjadi populer karena ingin menunjukkan eksistensi diri. Ingin menunjukkan keberadaan dirinya di antara hiruk pikuknya dunia. Sehingga tak heran apabila terkadang siswa menjadi salah dalam mengartikan cara menjadi siswa populer di sekolah tersebut, tanpa adanya arahan yang benar dari orang tua, guru ataupun masyarakat sebagai fungsi kontrol sosial. Yang kedua, manfaat yang didapatkan oleh siswa populer. Tentunya karena menjadi terkenal, banyak kelebihan yang didapatkan. Misalnya mudah untuk mengakses hubungan dengan pihak sekolah, mudah mendapatkan informasi, dihargai oleh semua orang, dan lain sebagainya. Hal-hal inilah yang nampaknya cukup dominan menjadikan siswa ingin menjadi populer di lingkungan sekolahnya.

Pribadi yang Berani

Dengan pribadi yang berani, menjadi siswa populer tidak akan sulit, Sekali lagi, di sini kita hanya membahas dari sudut pandang positif saja. Sebab berani berkelahi pun bisa menjadikan seseorang menjadi siswa popular. Keberanian yang dimaksud adalah dalam hal bertindak, berkomunikasi dengan orang lain, baik itu teman, kakak kelas maupun para guru. Berani bertanya di dalam kelas, berani menyampaikan pendapat, berani bertindak saat dibutuhkan, adalah beberapa wujud keberanian positif yang bisa menjadikanmu siswa yang populer. Dan untuk menumbuhkan keberanian itu hanya satu kuncinya, yaitu memperkaya ilmu dan pengetahuan dengan belajar.
Apa hubungannya? Ya, dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, siswa akan lebih mantap dalam bertindak. Makin banyak ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, siswa juga akan mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah. Sehingga, mereka juga akan lebih berani dalam mensikapi suatu hal yang dihadapinya. Hal ini dapat lebih berkembang lagi apabila didasari dengan kemauan untuk belajar dari pengalaman hidup, sehingga akan benar-benar membentuk karakter siswa populer yang dibutuhkan sebagai generasi penerus bangsa ini.

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Seringkali banyak siswa masih mengukur kepopuleran dari segi penampilan luar, entah itu yang bertampang keren, pandai berbicara, mempunyai gadget yang update, dan lain sebagainya. Untuk itulah kita perlu melakukan introspeksi diri, apa yang bisa ditonjolkan dari diri kita. Apakah kita cukup keren? Apakah kita cukup mampu membeli gadget tercanggih? Kalau jawabannya adalah tidak, maka tentunya hanya kepribadian kita yang dapat diandalkan untuk dapat membawa kita menjadi siswa yang populer.

Jadilah diri sendiri, itulah satu kunci suksesnya. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hanya terkadang kita belum cukup mampu mengetahui, apa sih kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Tak perlu meniru gaya orang lain, tak perlu pula memaksakan diri agar sesuai dengan penilaian orang lain. Cukup tampilkan diri pribadimu, agar orang mengenal dirimu yang sebenarnya. Dan yakinilah bahwa pribadimu adalah baik dan perlu dikeluarkan agar dikenal oleh semua orang. Namun, jangan salah mengartikan percaya diri dengan kesombongan ya… Tetap landasi kepercayaan diri itu dengan iman kepada Tuhan, agar terhindar dari rasa sombong yang muncul.

Pandai Bersosialisasi

Siswa populer pasti dikenal banyak orang. Tak hanya dikenal, siswa populer juga disukai oleh mereka yang mengenalnya. Untuk itu, diperlukan suatu komunikasi, saling keterkaitan dalam hubungan sosial. Kepopuleran bisa didapat dari mana saja. Mungkin dari kepandaian siswa, sehingga mampu berprestasi dalam hal akademis. Atau juga yang berprestasi dalam hal non akademis, seperti olahraga, seni budaya, ketrampilan, organisasi kesiswaan dan lain sebagainya.

Namun selain berprestasi, sosialisasi juga sangat diperlukan. Hal ini mengingat bahwa orang-orang di sekitar kita, seperti teman-teman, bapak ibu guru dan seluruh lingkungan sekolah baik langsung maupun tidak langsung turut berperan dalam mendukung kita menjadi siswa yang berprestasi. Sehingga dengan demikian kita tidak boleh meremehkan atau bahkan melupakan unsur lingkungan manusia lain yang ada di sekitar kita. Dengan bersosialisasi, saling berkomunikasi, saling menghargai, serta saling membantu akan menjadikan kita sebagai siswa yang benar-benar populer karena prestasi.

Tuesday, 27 May 2014

Sulitkah Beradaptasi di Sekolah Baru?

Menempati sekolah baru bisa jadi merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu, bisa juga jadi sesuatu yang paling ditakuti. Bagi sebagian orang, sekolah baru berarti hal baru, pemandangan baru, teman baru yang pastinya akan menyenangkan. Namun ternyata, banyak juga orang yang berpendapat bahwa sekolah baru adalah suatu hal yang menakutkan. Mulai dari lingkungan baru yang tak senyaman sekolah lama, bayangan tentang para senior yang kejam, adanya peraturan baru yang harus dipatuhi, dan masih banyak hal lainnya. Kedua pendapat itu tidak salah adanya. Dan tentunya, itu semua bergantung pada diri kita sendiri.

Hal yang sangat ditakutkan bagi banyak orang dalam menghadapi lingkungan baru adalah adaptasi. Bagi yang memiliki teman dari sekolah lama, ataupun mungkin yang telah menjadi senior di sekolah yang baru, mungkin proses adaptasi yang dilakui akan menjadi lebih mudah. Namun, bagaimana halnya bila kita tidak mempunyai teman sama sekali di sekolah baru? Hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar bisa kita bisa beradaptasi dengan sekolah baru dan sebaliknya, lingkungan sekolah baru pun bisa menerima kita dengan baik?

Berbaik Sangka
Berbaik sangka terhadap sesuatu yang belum diketahui adalah suatu hal yang wajib hukumnya. Bagaimana tidak, bayangkan energi yang pastinya akan terbuang percuma akibat buruk sangka yang memenuhi pikiran kita. Rugi bukan? Sebaliknya, dengan berbaik sangka otomatis akan membuat pikiran dan perasaan menjadi lebih rileks dan tanpa kita sadari akan membuat diri kita bersikap lebih natural dalam berinteraksi, serta akan mengikis kekhawatiran kita pada kondisi tak menyenangkan pada lingkungan baru yang harus dihadapi nantinya.

Kenali Lingkungan Baru
Ketidaktahuan atau keterbatasan pengetahuan terhadap lingkungan sekolah baru akan membuat diri kita cemas, khawatir dan bahkan cenderung takut. Dan solusi terbaiknya adalah mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sekolah baru yang akan kita masuki. Caranya, kita bisa melihatnya dari situs resmi sekolah baru di internet atau dengan bertanya pada kakak kelas yang kita kenal.

Persiapkan Diri
Persiapan diri yang dimaksud adalah lebih ke arah mental. Sekolah baru merupakan sebuah lingkungan yang sudah terbentuk terlebih dahulu jauh sebelum kita masuk, baik dari segi karakter maupun budayanya. Sebagai salah satu upaya yang dapat membantu kita dalam beradaptasi adalah menerima kondisi baru dan mungkin saja berbeda dengan kondisi diri pribadi. Pemahaman pada hal tersebut akan mengarahkan pada tumbuhnya pendewasaan diri dalam menyikapi hal-hal baru yang belum pernah ditemui dan dihadapi di sekolah yang terdahulu.

Mengikuti Peraturan yang Ada
Memasuki sekolah baru berarti kita memasuki suatu institusi yang mempunyai tata aturan tertentu. Peraturan sekolah bisa saja dan sangat mungkin akan berbeda dengan sekolah sebelumnya. Dan mengikuti serta mematuhi peraturan yang ada merupakan cara yang dapat membuat diri nyaman dan memudahkan proses adaptasi di sekolah baru.

Manfaatkan Masa Orientasi Sekolah (MOS)
Masa Orientasi Sekolah (MOS) adalah satu tahapan yang bisa kita manfaatkan untuk mengenal lingkungan sekolah. Tidak usah takut dan hilangkan persepsi buruk terhadap kegiatan MOS yang biasanya identik dengan “perploncoan” dan mengandung unsur kekerasan. Saat ini sudah banyak sekolah yang telah mengemas MOS dengan baik dan bermanfaat bagi siswa baru. Dalam kegiatan itu akan diperkenalkan unsur-unsur lingkungan sekolah, seperti kepala sekolah, staf pengajar atau guru, staf tata usaha, peraturan-peraturan yang berlaku, apa saja kegiatan sekolah, baik yang wajib maupun kegiatan ektrakurikuler, dan sekaligus bisa menjadi momen untuk mendapatkan teman baru.

Beradaptasi di sekolah baru, ternyata tidak sulit bukan? Dan pada dasarnya setiap individu akan memasuki dan menghadapi lingkungan yang baru. Hal ini sudah menjadi suatu proses alam yang berulang-ulang pada setiap individu, ketika melakukan pencapaian terhadap sesuatu. Sehingga dengan menyadari hal tersebut, menjadikan kita manusia yang siap menghadapi segala sesuatu.



Friday, 23 May 2014

Memilih Teman Sebangku yang Cocok

Memilih teman sebangku atau teman satu meja di sekolah memang susah-susah gampang. Teman sebangku itu bagaikan partner kerja yang harus bisa saling mendukung satu sama lain baik dalam suka maupun duka. Karena, sebagai teman yang berlokasi terdekat saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas, sedapat mungkin jadikan teman sebangku kita adalah “soul mate” bagi kita. Mengapa demikian?

Teman sebangku harus mampu memahami kondisi satu sama lain. Siap untuk saling bantu-membantu agar kegiatan belajar kedua belah pihak di kelas bisa berlangsung dengan lancar. Namun, jangan dilakukan saat ujian berlangsung ya, sobat. Sebab akan disebut saling mencontek namanya. He..he..

Saat kita baru masuk kelas pertama kali, baik saat menjadi murid baru atau setelah kenaikan kelas dan menduduki kelas yang baru, pada saat itu pulalah kita dihadapkan pada kenyataan : mencari teman sebangku yang baru pula. Untuk itu, kita perlu mengenali siapa saja teman yang menjadi anggota kelas kita, untuk kemudian menentukan dengan siapa kita akan duduk sebangku selama pembelajaran di kelas berlangsung.

Berikut ini beberapa ciri / kriteria teman yang baik untuk dijadikan teman sebangku di kelas, diantaranya :

1. Bisa Menjadi Teman Dekat
Teman sebangku yang baik harusnya bisa cepat akrab dan cocok satu sama lain sehingga bisa menjadi seperti sahabat. Inti sebenarnya adalah memilih teman yang bisa diajak berkomunikasi sehingga dapat memahami keadaan satu sama lain.

2. Baik dan Tidak Bandel / Nakal
Berteman dengan orang yang baik, akan lebih banyak manfaatnya dibanding dengan anak yang bandel atau cenderung nakal. Biasanya, anak yang bandel akan banyak menimbulkan masalah, yang akibatnya akan menimpa teman sebangkunya. Jadi, lebih baik hindari duduk bersebelahan dengan mereka, apabila tidak menginginkan terjadinya masalah.

3. Tidak Terlalu Banyak Bercanda
Saat belajar di kelas tentunya membutuhkan konsentrasi untuk dapat memahami materi pelajaran yang disampaikan. Jika teman sebangku kita orangnya suka bercanda, dan cenderung terlalu sering bercanda, maka akan menyebabkan terganggunya konsentrasi dan mengakibatkan kita kehilangan momen untuk memperhatikan guru saat sedang menjelaskan materi yang harus kita pelajari. Dengan begitu, rugi juga kan, apabila penjelasan guru yang terlewat itu ternyata keluar di ulangan atau bahkan Ujian Akhir?

4. Cerdas dan Punya Semangat Belajar
Dengan teman sebangku yang cerdas, kita akan lebih yakin untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak kita pahami dalam pelajaran. Apalagi punya teman yang semangat belajarnya tinggi, tentu akan turut memotivasi kita untuk bersemangat belajar pula, bukan?

5. Tidak Mudah Galau
Usahakan memilih teman sebangku yang bermental kuat, tidak mudah galau dan tidak mudah curhat pada kita. Apalagi kalau orangnya sensitif, salah-salah malah jadi sering marahan dan bahkan musuhan dengan kita. Jadi, jika kita ingin konsentrasi belajar di kelas, sebisa mungkin pilihlah teman sebangku yang kuat mental dalam menghadapi masalah dan segala cobaan dalam hidup.

Agak sulit memang kalau kita harus mendapatkan orang yang sempurna, dengan memperhatikan semua kriteria tersebut. Sebab terkadang, kita juga tidak bisa menghindari untuk mendapatkan teman sebangku yang tidak sesuai dengan harapan kita. Yang paling penting justru datang dari kita sendiri, bagaimana kita mampu bersikap dalam menghadapi segala permasalahan. Tidak harus bergantung kepada orang lain, terutama teman sebangku kita. Bagaimana menurutmu, sobat? Silakan berkomentar di kolom yang telah disediakan. Terima kasih.

Wednesday, 21 May 2014

Manfaat MOS bagi Pembentukan Karakter Siswa

Masa Orientasi Siswa atau disingkat MOS merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan di sekolah untuk menyambut kedatangan murid atau siswa baru. Masa orientasi biasanya kita jumpai hampir di tiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMP, SMA bahkan hingga perguruan tinggi. Baik sekolah negeri maupun swasta, hampir semuanya menggunakan cara itu untuk memperkenalkan almamater kepada siswa barunya.

Tujuan utama MOS memang digunakan untuk sarana perkenalan antara siswa dengan lingkungan barunya di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan antar siswa baru, dengan kakak kelas, ataupun guru dan karyawan lainnya yang ada di sekolah. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah. Selain itu, MOS juga dijadikan sebagai wahana untuk melatih kedisiplinan, ketahanan mental dan mempererat tali persaudaraan. Sehingga dengan tujuan itu pulalah, MOS bisa menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa.

Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama MOS berlangsung, siswa baru diperkenalkan pada kultur sekolah serta jenis karakter seperti apa yang ingin dikembangkan di sekolah tersebut. Penjelasan tentang visi dan misi sekolah berikut penjabarannya dalam bentuk kurikulum menjadi sarana untuk menyampaikan kultur macam apa yang hendak dibangun kepada para siswa baru. Selain itu, dengan kegiatan-kegiatan seperti: olah kreativitas, baris berbaris, olah raga, dan sebagainya, dapat melatih siswa baru untuk mengembangkan karakter yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam MOS, yaitu :

Persiapan Kepanitiaan yang baik

Persiapan yang baik dari segi kepanitiaan MOS mutlak harus dilakukan. Para siswa yang akan membimbing siswa baru itu perlu dipilih dari pribadi-pribadi yang siap dan mampu memahami materi yang akan diberikan. Seluruh unsur panitia MOS harus dilatih dengan benar, agar nantinya dapat mendampingi para siswa baru selaku juniornya. Penguasaan mereka terhadap materi juga perlu ditekankan, agar penyampaiannya tepat sasaran.

Kegiatan MOS sebagai penjabaran visi dan misi sekolah



Segala kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan MOS seharusnya merupakan penjabaran dari visi dan misi sekolah. Dan itu artinya, semua kegiatan yang tidak relevan dengan visi dan misi sekolah harus dihilangkan. Inilah yang harus diperhatikan, agar tidak terjadi penyelewengan kegiatan MOS kepada hal-hal yang cenderung mengarah pada kekerasan serta bersifat “perpeloncoan”. Bahkan terkadang MOS dimanfaatkan sebagai ajang “balas dendam” atas perlakuan kakak kelas mereka di masa lalu. Karena itulah perlu adanya pemahaman yang baik terhadap visi dan misi sekolah.

Pendampingan guru terhadap panitia MOS

Panitia MOS dari unsur siswa senior perlu mendapatkan pengarahan yang baik dari para guru yang bertanggung jawab menyelenggarakan kegiatan MOS. Para siswa yang menjadi panitia tersebut perlu dilatih untuk mampu melaksanakan tugasnya sesuai kesepakatan bersama dalam kepanitiaan agar MOS dapat dilaksanakan dengan baik. Tanpa adanya pendampingan dan pengawasan dari guru, biasanya akan memunculkan kegiatan-kegiatan yang menyimpang.

Perlunya panduan / petunjuk teknis pelaksanaan MOS

Panduan MOS perlu disusun untuk dijadikan pedoman pelaksanaan bagi semua peserta maupun panitia. Rangkaian kegiatan dan prosedurnya perlu disusun dengan jelas, supaya panitia dapat menjalankan kegiatan secara kompak untuk semua siswa baru. Panduan pelaksanaan ini juga dapat dijadikan rujukan dalam membuat kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam MOS. Yang harus selalu diingat, bahwa MOS merupakan wahana pengenalan kultur dan karakter sekolah kepada para siswa baru. Sehingga dengan memegang pengertian tersebut, akan terhindar hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan MOS. Bahkan justru MOS menjadi ajang yang bermanfaat bagi penyiapan kader-kader generasi penerus bangsa yang berkarakter. Tetap semangat yaa..



Monday, 19 May 2014

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar

Sebagai pelajar, tugas utama kita adalah belajar. Baik di sekolah, di rumah, di lingkungan masyarakat, karena belajar bisa dilakukan di mana saja. Namun terkadang, bahkan seringkali muncul kebosanan dalam diri kita. Masak sih, harus belajar tiap hari? Apa tidak ada kegiatan lain yang boleh dilakukan, mentang-mentang kita ini pelajar? Mungkin itu yang muncul di benak kita.

Yang terjadi kemudian, timbul rasa malas. Semangat menurun, lalu kemudian hilang. Akibatnya, prestasi juga ikut-ikutan menurun. Lalu bagaimana cara mengeluarkan semangat itu? Adakah cara agar semangat belajar kita tumbuh?

Sobat pelajar,

Bagi manusia, belajar adalah sebuah keharusan. Dari yang muda hingga yang sudah tua, semua perlu belajar. Namun faktanya, waktu belajar yang paling efektif adalah belajar saat kita masih muda. Sebuah ungkapan bijak menyatakan, “belajar di saat muda bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar di saat tua bagai melukis di atas air”. Ungkapan tersebut sangatlah tepat, mengingat masa muda merupakan masa dimana manusia mempunyai semangat juang yang tinggi dan puncak dari segala rasa ingin tahunya. Sebab pada masa itulah, masa “pembelajaran” bagi manusia untuk menjadi manusia dewasa.

Mungkin sebagai pelajar, kita tidak begitu sadar bahwa nantinya segala ilmu yang kita pelajari akan sangat bermanfaat dalam kehidupan. Sebagai contoh, mungkin banyak yang tak menyukai pelajaran matematika. Rumit, sulit dan bikin pusing. Namun sebenarnya, dengan belajar matematika itu, kita juga diajarkan untuk menggunakan logika. Bahwa segala masalah yang kita hadapi, seharusnya dapat diperhitungkan dan kemudian ditemukan cara pemecahannya. Demikian pula dengan pelajaran yang lain. Jadi, tidak semua manfaat dari pelajaran itu dapat terlihat di depan kita saat itu juga. Inilah yang harus mulai kita sadari.

Dan tentunya, tidak benar kalau kita tidak boleh melakukan hal lain selain belajar. Kita masih bisa bermain, olahraga, bersosialisasi, berorganisasi, dan kegiatan-kegiatan lain yang tentunya positif bagi diri kita sendiri. Bahkan pada saat bermain pun, kita sejatinya melakukan proses belajar. Coba saja kalian rasakan, apa yang kalian dapatkan setelah bermain? Selama hasilnya positif, misalnya menambah kegesitan dalam bertindak, mampu berpikir cepat, dan lain sebagainya, bukankah itu hasil dari belajar juga?

Dengan demikian, sebenarnya tidaklah sulit untuk menumbuhkan semangat belajar. Setelah mengetahui hakekat belajar itu sendiri, maka kita akan mudah untuk mengembalikan motivasi kita untuk lebih semangat dalam belajar. Berikut beberapa hal yang bisa dikatakan sebagai cara mengeluarkan semangat kita untuk belajar :




Pertama, bangunlah kemantapan hati bahwa kita memiliki mimpi atau cita-cita. Seseorang yang tidak memiliki impian atau cita-cita, maka bisa dikatakan hidupnya akan hampa karena tak tahu apa tujuan hidupnya. Karena itulah, orang tua kita berpesan “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”. Jangan pernah takut mempunyai cita-cita yang tinggi, sebab dengan adanya cita-cita itulah, kita menjadi mau belajar dan berusaha untuk mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya.

Kedua, sadarilah bahwa kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Baik itu orangtua, guru, atau teman-teman yang pasti akan bangga jika kita menjadi orang yang pandai dan berprestasi. Dengan demikian, semangat kita akan terpacu untuk belajar menjadi lebih baik dan mampu menjadi pribadi yang patut dibanggakan, baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Ketiga, pupuklah rasa iri (bukan dengki, ya) kepada orang yang lebih pandai atau lebih tinggi ilmunya. Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak? Hadirkan pertanyaan ini berulang-ulang saat kita melihat orang lain berprestasi. Bukan hanya itu, dekati dan jadikan orang tersebut teman kita. Tak perlu malu untuk belajar kepada siapapun, meski mungkin kepada anak kecil sekali pun. Sebab, ilmu bisa didapatkan dari mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Dengan begitu, akan tumbuh motivasi sekaligus upaya positif dalam mencapai tujuan kita tersebut.

Yang terakhir dan utama, berdoalah selalu kepada Tuhan agar selalu diberikan kekuatan dan kemampuan. Sebagai orang yang beragama, tentu kita percaya bahwa segala daya upaya yang kita lakukan pasti punya keterbatasan. Namun, jangan disalahartikan bahwa setelah berdoa kita tak perlu belajar lagi. Teruslah berupaya, sebab Tuhan tidak akan mengubah nasib kita selama kita tidak berusaha. Sehingga, dalam benak kita akan selalu tertanam bahwa belajar, berusaha dan berdoa adalah rangkaian kegiatan terbaik bagi seseorang untuk mencapai cita-citanya.



Sunday, 18 May 2014

Menambah Uang Jajan



Tugas pelajar adalah sekolah, belajar dan menuntut ilmu. Itu memang benar. Tapi, apakah salah bila pelajar juga bekerja? Mencari uang? Tentunya kurang tepat juga, apabila jawaban mutlak dinyatakan salah.

Sebenarnya, tak ada salahnya seorang pelajar juga bekerja. Dengan batasan tertentu, bukan bekerja dalam arti sebagai tulang punggung yang bertanggung jawab untuk keluarga, misalnya. Bekerja bagi pelajar lebih dilihat sebagai kegiatan sampingan untuk menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai tambah, dalam hal ini adalah uang jajan. Namun, yang lebih penting, dengan mengenal pekerjaan sejak dini, para pelajar akan terlatih dalam kehidupan nantinya. Selain mampu menghargai uang sebagai hasil jerih payah, mereka juga akan lebih siap untuk mengembangkan kemampuannya dalam wirausaha.

Bagi pelajar, bekerja mencari uang atau memperoleh penghasilan sendiri hanya untuk sekedar meningkatkan uang jajan sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Yang paling utama adalah kemauan. Asal ada kemauan, semua hal bisa kita lakukan. Memang benar, waktu kita lebih banyak digunakan untuk belajar di sekolah. Namun itu semua bisa disiasati asalkan kita mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk menambah uang jajan tersebut.



Usaha apa yang bisa dilakukan untuk pelajar

Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk mencari jenis usaha apa yang bisa kita jalankan, yang pasti pandai-pandailah mengatur waktunya di sela-sela jadwal sekolah dan belajar kita. Ada dua jenis usaha yang bisa dilakukan, yaitu menjual barang atau jasa. Barang-barang yang bisa kita pasarkan saat masih di sekolah tentunya adalah barang-barang mempunyai pasar orang-orang di sekitar sekolah. Seperti misalnya: pulsa, asesoris, dan barang-barang yang mungkin tidak disediakan di kantin sekolah. Namun tak menutup kemungkinan kita menjual barang-barang umum, seperti T-shirt, sepatu, tas, dan lain sebagainya.

Yang kedua, dengan menjual jasa. Jasa yang dimaksud adalah layanan yang diberikan sesuai kemampuan atau keahlian kita. Misalnya, kita bisa menawarkan jasa untuk membuat desain gambar, memperbaiki suatu alat, dll.


Bagaimana cara mendapatkan modal

Inilah yang paling pertama menjadi pertanyaan sebagian besar orang dalam memulai usaha. Padahal, di awal sudah disebutkan bahwa kemauan adalah modal utamanya. Dengan kemauan semua hal bisa dilakukan. Ah, teori….!!

Benar, itu semua terkesan teori. Namun, manusia diberi kelebihan oleh Tuhan yaitu akal. Dengan akalnya, manusia akan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Soal modal, mungkin yang pertama kita tuju adalah orang tua kita. Mana ada sih, orang tua yang tak ingin melihat anaknya maju? Namun, apabila ternyata meleset, kita masih bisa menyisihkan sebagian uang saku kita. Atau mungkin kita bisa melakukan usaha dengan menjalin kerja sama, baik dengan teman atau pihak sekolah. Tak ada yang mustahil untuk dilakukan, bukan?


Bagaimana cara menjalankan usaha kita

Langkah nyata untuk menjalankan usaha saat masih sekolah tentunya adalah mendekati teman-teman kita. Teman adalah pasar yang paling dekat dengan kita. Saat mereka senang dengan produk dan layanan kita maka mereka pasti dengan sukarela akan merekomendasikan produk kita kepada orang lain. Sehingga dengan tidak langsung membangtu jejaring usaha kita. Untuk itulah kualitas barang atau layanan jasa yang kita berikan haruslah baik.


Nah, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan uang jajan kita, yaitu bekerja sambil sekolah. Yang pasti, dengan kemauan dan terus mengasah kemampuan kita, yakinlah keberhasilan akan menjadi milik kita. Tetap semangat yaa…

Friday, 16 May 2014

Membuat Hidup Lebih Berarti


Ada kalanya kita merasa bosan dengan aktivitas rutin kita. Bangun pagi, berangkat sekolah, pulang, bermain, belajar, lalu tidur. Begitu seterusnya, kecuali di hari libur tentunya. Hal yang terlalu rutin, monoton tanpa variasi itulah yang memunculkan kejenuhan dalam menjalani hidup. Maka tak jarang, kita mencari kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah.

Saat mencari kegiatan di luar itulah, kita berhadapan dengan banyak sekali pilihan. Ada yang mencari kegiatan hanya untuk menghabiskan waktu, ada pula yang digunakan untuk menyalurkan hobi mengembangkan kemampuan diri, bahkan tak jarang pula menjumpai pilihan-pilihan negatif yang justru membawa keburukan terhadap pribadi kita. Maka, ada baiknya kita merenungkan kembali, apa saja hal yang bisa dilakukan agar membuat hidup lebih berarti.

Hal pertama yang kita lakukan agar hidup lebih berarti adalah bersyukur kepada Tuhan. Dengan segala kondisi yang kita miliki, sadarilah bahwa masih ada saja orang yang hidup di bawah kita. Selalu ingat bahwa dengan bersyukur, apa yang kita miliki akan menjadi lebih berarti.

Yang kedua, bahagiakan orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat kita. Kebahagiaan orang lain didapat, apabila sikap dan perilaku kita memberikan kebaikan bagi siapa saja. Makna membahagiakan itu pun sangat luas. Namun intinya satu, yaitu membuat orang lain tersenyum. Ada kata bijak mengatakan, “bila tak mampu membuat orang lain tersenyum, janganlah membuat orang lain menangis”. Yang maksudnya, saat kita belum mampu berbuat yang terbaik, janganlah sampai merusaknya dengan melakukan hal-hal yang buruk.

Yang ketiga, tetapkan tujuan hidup. Dengan mengetahui tujuan hidup, cita-cita untuk masa depan akan dapat tergambar dengan jelas. Sehingga akan mempengaruhi tindakan kita untuk mencapai tujuan tersebut. Hanya terkadang, susah sekali bagi kita sebagai pelajar menentukan apa cita-cita yang sesuai. Untuk itu, jangan segan-segan berkonsultasi dengan guru BP mu. Sebab tugas mereka bukan untuk menghukum murid-murid nakal, namun untuk mengarahkan murid-muridnya dalam hal pendidikan.

Hal berikutnya, jadilah diri sendiri. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sehingga jangan pernah minder ataupun sedih hanya gara-gara dibandingkan dengan kepandaian, kecantikan ataupun kekayaan orang lain. Jangan pula mudah terpengaruh dengan orang lain, baik itu teman sendiri, kakak kelas maupun orang-orang di sekitarmu. Selalu gali kemampuan yang ada dalam diri, sehingga akan nampak pribadimu yang sesungguhnya.

Yang terakhir, manfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Tujuan positif tidak akan tercapai dengan cara yang negatif. Untuk itu, lihatlah selalu apa saja yang akan kita lakukan, mampukah memberi manfaat bagi diri kita maupun orang lain. Dengan begitu, kita akan mampu memilah, mana kegiatan yang baik untuk dilakukan dan mana hal-hal yang harus dihindari.

Kesimpulannya, hidup kita akan lebih berarti apabila mampu memberikan manfaat bagi siapa saja. Baik diri kita sendiri, orang tua, keluarga, teman-teman serta masyarakat di lingkungan sekitar kita. Sehingga dengan mengetahuinya, kita juga mampu untuk melaksanakannya. Tetap semangat yaa…

Sunday, 11 May 2014

Manfaat OSIS dalam Kehidupan Bermasyarakat


Bagi seorang pelajar, menjadi anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), Pramuka, Paskibraka ataupun organisasi sekolah lainnya memerlukan pengorbanan dan pengabdian yang cukup besar. Tak jarang siswa-siswi menolak untuk ditunjuk menjadi anggota apalagi pengurus. Sebagian besar mereka masih menganggap bahwa menjadi anggota OSIS hanyalah membuang-buang waktu dan tenaga, bahkan terkadang mengurangi porsi pelajaran di sekolah.

Sepintas anggapan itu memang benar. Namun, tak dapat dipungkiri juga bahwa organisasi adalah ajang untuk melatih kepribadian, kepemimpinan, rasa tanggung jawab serta kedisiplinan. Dan OSIS merupakan wahana yang tepat bagi pelajar untuk belajar berorganisasi. Dengan kemampuan berorganisasi itulah, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu apakah hubungannya OSIS dengan masyarakat?
Mengutip dari berbagai sumber, OSIS dibentuk dengan beberapa tujuan, diantaranya :
1.    Menciptakan generasi penerus yang beriman dan bertaqwa
2.    Memahami, menghargai lingkungan hidup serta nilai-nilai moral dalam pengambilan keputusan yang tepat
3.    Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa
4.    Membangun dan mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam menghadapi era globalisasi
5.    Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan membangun kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis
6.    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mampu menghargai karya artistik, budaya dan intelektual
7.    Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta memantapkan kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Dari tujuan-tujuan tersebut sangat terlihat, bahwa OSIS dibentuk sebagai sarana pembelajaran berorganisasi bagi para pelajar. Selain untuk membekali kemampuan dalam hal berorganisasi, efek lain adalah pembentukan karakter dan kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat nantinya. Sehingga manfaat OSIS di masyarakat akan dapat terasa pada saat para pelajar tersebut sudah diikutsertakan dalam kegiatan masyarakat, turut berpartisipasi dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Nah, bagus sekali bukan manfaat OSIS bagi pelajar? Maka, jangan segan-segan untuk bergabung dengan kegiatan OSIS. Walaupun tidak menjadi pengurus, sekali waktu terlibatlah dengan kegiatan OSIS di sekolahmu. Nantinya kamu akan tahu, apa manfaatnya bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat di sekitarmu. Tetap semangat ya…